Acara Lamaran Arfi dan Nafisah


Halo! Walaupun udah 7 bulan lewat, gak apa-apa dong ya saya cerita dikit mengenai acara lamaran Arfi dan saya hehe. Saya dan Arfi pertama kenal di bangku SMA kelas 3, kebetulan kami sekelas. Setalah lulus SMA, kami melanjutkan kuliah di kampus yang sama walaupun beda jurusan, saya di Arsitektur dan Arfi di Teknik Mesin. Sejak pacaran dari tingkat satu sampai sudah kerja, banyak banget intrik dan drama yang sudah dilewati, saya sempat putus, nyambung lagi, LDR Southampton-Bandung selama setahun, LDR Bandung-Jakarta, LDR Jakarta-Bali. Hampir 7 tahun pacaran, saya sejujurnya sudah ga ngarep dilamar romantis-romantis gitu sih haha. Karena sebenernya kami berdua sudah tau akan kemana dan sudah sering membicarakan hal ini.

Tanpa sepengetahuan saya, Arfi meminta izin Bapa untuk menikahi saya. Saya bahkan baru tau dari Ibu beberapa hari kemudian. Sampai sekarang pun sebenarnya saya gak tahu persisnya apa yang Arfi sampaikan ke Bapa haha. Setelah beberapa pertemuan antara dua keluarga kami memutuskan untuk melangsungkan pernikahan akhir 2016. Pada awalnya kami ingin melangsungkan pernikahan pada tanggal 18 Desember, biar bagus aja gitu sama dengan tanggal jadian kami (cheesy ya hehe). Namun karena terlalu mepet, tanggal nikahan diundur menjadi awal 2017. Akhirnya saya dan Arfi memutuskan 18 Desember 2016 untuk acara lamaran saja, kebetulan juga jatuh pada hari minggu.



Dalam mempersiapkan acara lamaran, kami dibantu banyak sekali oleh keluarga besar, apalagi saya dan Arfi bekerja di luar kota dan tidak bisa tiap minggu pulang. Selain itu terdapat beberapa vendor yang membantu sekali dalam acara ini:

1. Venue: Selaras Guest House.
Awalnya saya dan keluarga bingung dimana mau melangsungkan acara lamaran ini, di rumah atau di luar. Namun akhirnya kami memutuskan untuk mengadakan di luar rumah dengan beberapa alasan kepraktisan. Selaras Guest House ini saya pilih karena: 1) punya area outdoor sesuai keinginan saya dan indoor sekaligus, jadi gak perlu takut kalau tiba-tiba hujan; 2) bangunannya ala-ala rumah lama gitu seneng liatnya haha; 3) lokasi nya strategis, ada di tengah kota; 4) ada paket untuk lamaran. Paket lamaran di Selaras Guest House sudah mencakup makan dan minum, sound system, kursi dan meja jadi kita gak terlalu repot lagi. Dan yang paling seneng, Pak Asep, contact person dari Selaras Guest House ini baik banget dan mau bantu kalau kita butuh sesuatu. 

2. Decor: UNIÓ Decoration
Saya tau UNIÓ Decoration setelah 'jalan-jalan' di instagram. Setelah saya bandingkan dengan beberapa vendor lain, harganya termasuk terjangaku dan portofolio desainnya cocok dengan preferensi saya. Karena saya menyiapkan acara lamaran dari Jakarta, saya hanya sempat bertemu UNIÓ satu kali, seminggu sebelum acara. Selebihnya saya hanya berkomunikasi via whatsapp, memberitahu tema warna apa yang saya inginkan dan paket dekor apa yang diambil. Saya gak begitu rewel karena UNIÓ sudah sering pegang acara di Selaras hehe.

3. Photography: Freelens Studio
Saya ingin acara ini hanya dihadiri keluarga dan teman-teman dekat saja. Untuk urusan dokumentasi, awalnya juga akan dipegang oleh keluarga. Namun kebetulan adik arfi dan teman-temannya ini jago foto dan punya bisnis jasa photography. Akhirnya kami minta bantuan mereka untuk mendokumentasikan acara lamaran ini. 

4. Make Up Artist: Tiara Hanurina
Saya penasaran banget ingin di make up-in sama Tiara karena menurut saya make up-nya flawless dan gak menor. Yess akhirnya kesampaian!

5. Make Up Artis Ibu dan Adik: Mega Rahmawati
Biar waktu make up nya cepat gak menunggu giliran, saya minta Kak Mega untuk make up-in ibu dan adik saya. Saya memutuskan ini baru H-seminggu, untuk Kak Mega masih available. Saya juga suka banget hasil make up kak mega! Ibu saya aja yang biasanya gak suka di make-up karena katanya suka menor bilang hasil make-up Kak Mega ini tahan lama dan natural banget.

6. Kebaya: Kabaya Ambu
Kalau Kabaya Ambu sih gak usah diragukan lagi ya. Untuk baju pernikahan pun saya jahit kebaya disini. Untuk kainnya saya cari sendiri, batik untuk bawahan saya dan kemeja Arfi saya beli di Thamrin City yang murah meriah, sedangkan untuk kain brokat untuk kebaya saya dapatkan di D'Fashion Bandung. Saya hanya tinggal diukur dan menyampaikan gambaran kasar model kebaya yang saya inginkan ke Teh Winni dari Kabaya Ambu. Saya hanya sempat fitting sekali dan Alhamdulillah langsung pas ukurannya hehe.

7. Seserahan
Seserahan dipersiapkan sendiri oleh pihak keluarga. Banyak yang tanya kalau lamaran seserahannya harus apa aja isinya. Sebetulnya bebas saja sih kecuali mungkin ada adat-adat tertentu. Saya sendiri dari pihak perempuan sederhana saja memberi makanan berupa kue kering, buah-buahan, dan seperangkat alat sholat.



Saya senang karena di acara lamaran kami ini, keluarga kami bisa pada kumpul. Di acara ini juga pertama kalinya saya bertemu dengan beberapa anggota keluarga Arfi yang baru saya kenal. Beberapa teman dekat juga kami undang dalam acara lamaran ini walaupun tidak semuanya bisa datang. Mereka-mereka ini yang tau banget perjalanan saya dari mulai ngeceng-ngeceng, pedekate, jadian, putus kena badai, balikan lagi, LDR, sampai akhirnya dilamar! 


Banyak sih yang harus dipersiapkan untuk acara lamaran, tapi pokoknya jangan sampai strees atau malah gak menikmati prosesnya. Kita emang pasti pengen memastikan semuanya berjalan seperti yang kita mau, but just trust your family and vendors! Asal mereka tau kita pengennya apa, mereka juga pasti bantu untuk mempersiapkan yang terbaik ko. Jangan lupa juga untuk selalu banyak berdoa. Selama acara lamaran, don't panic, just relax, kalau ada hal-hal yang ga sesuai mau kita, ikhlasin aja hehe. Paling penting sih, be happy and enjoy your moment!


Read: Throwback: Arfi & Nafisah Wedding ❤ - Part 1

No comments