Throwback: Arfi & Nafisah Wedding ❤ - Part 1

Arfi & Nafisah Wedding

Halo! Setelah hampir satu tahun tiga bulan acaranya berlangsung, akhirnya selesai juga saya menulis mengenai acara pernikahan kami. Rencananya sih saya ingin publist post pada bulan Februari biar tepat setahun, tapi yaa ternyataa.... hehehe. Setelah acara lamaran pada bulan Desember 2016, dua bulan kemudian kami melangsungkan acara akad dan resepsi. Persiapannya gak dilakukan dalam dua bulan kok. Persiapan lamaran dan pernikahan sebetulnya kami lakukan bersamaan sejak pertengahan tahun 2016.

Kendala kami dalam mempersiapkan pernikahan salah satunya adalah karena LDR. Saya kerja di Jakarta, suami di Bali, sedangkan acara akan dilangsungkan di Bandung. Untungnya orang tua,  keluarga dan tim wedding creative kami yang tinggal di Bandung sangat membantu persiapan ini. Koordinasi untuk acara utama paling banyak dilakukan via email dan grup Whatsapp, mulai dari susunan acara, vendor, kepanitiaan keluarga, list undangan dan list foto. Namun tetap, minimal hampir sebulan sekali kami berdua pulang ke Bandung :)

Untuk tema acara, kami menggunakan adat Sunda untuk akad dan resepsi. Eh walaupun gak adat-adat banget deng. Sebenarnya hanya pakaian kami dan keluarga saja yang beradat Sunda. Untuk rangkaian acara, kami sendiri tidak melakukan rangkaian acara adat selain saweran. Acara akad dan resepsi dilangsungkan dihari yang sama, akad pukul 14.00 dan resepsi pada pukul 19.00.

Arfi & Nafisah Wedding

Venue
Awalnya, impian pernikahan saya dan suami adalah outdoor wedding, apalagi lokasi di Bandung, pas banget kan ya. Tapi setelah mempertimbangkan beberapa hal: acara pernikahan di bulan Februari yang notabene masih sering turun hujan (dan beneran hujan pas hari H), jumlah tamu dan kapasitas parkir venue outdoor, kami akhirnya memutuskan untuk melaksanakan indoor saja.

Ada beberapa poin pertimbangan dalam memilih venue indoor diantaranya kapasitas gedung, kapasitas parkir, harga, aksesibilitas dan ketersediaan tanggal. Kalau kata orang-orang, sekarang kalau nikah weekend di Bandung tuh bukan mau tanggal berapa tapi yang kosong tanggal berapa hehe. Dari poin pertimbangan tersebut pilihan kami jatuh pada Secapa TNI AD di Jl. Hegarmanah. Secapa memiliki gedung luas dan parkir unlimited (lebay, tapi luas banget beneran soalnya di komplek militer gitu) sehingga kami rasa akan cukup memadai. Kekurangan Secapa adalah tinggi langit-langit gedung yang terhitung pendek untuk ukuran venue wedding dan lokasi yang jauh dari jalan utama.

Untuk acara akad sendiri, kami ingin akad dilakukan di dalam Masjid karena menurut saya rasanya lebih sakral dan khidmat. Dan pas sekali, di seberang gedung resepsi ada Masjid yang cukup besar. Konsekuensinya tentu saja tidak boleh didekor dan waktu yang lebih ketat karena akan dipakai sholat ashar oleh pala calon perwira. Selain itu, acara saweran setelah akad pun harus dilaksanakan di pekarangan mesjid.

Arfi & Nafisah Wedding

Make Up Artist
Ini juga salah satu vendor yang harus gerak cepat karena secepat itu penuh bookingannya. Apalagi kalau MUA-MUA hits Kota Bandung cem cem Nanath Nadia, Kirana, Iren Aldriana, Ayung Berinda, dan sebagainya. Tapi sejak tahun 2014 sebenarnya saya sudah punya kecengan MUA yaitu Tante Heti Sunaryo. Berawal dari explore feed instagram dan nemu orang post foto nikah didandanin Tante Heti, wah saya langsung jatuh cinta. Menurut saya make up nya tuh cantik dan natural, padahal sih kalau doi emang cantik dari sononya hahaha.

Begitu beneran mempersiapkan nikahan sendiri, masih ingin banget didandanin Tante Heti. Cuman waktu itu tuh udah hopeless karena ga tau cari kontak Tante Heti kemana, soalnya bukan kayak MUA-MUA yang kontak nomernya tinggal cari di profile instagram atau internet hehe. Okelah daripada gantung akhirnya saya ikhlaskan saja untuk booking MUA lain. Eh ternyata tiba-tiba ditengah jalan, tim wedding creative saya punya kenalan ke Tante Heti.

Saat itu saya bingung karena: (1) saya sudah booking MUA lain, wah gak enak dong kalau dibatalin ngomongnya apa, terus nanti uang bookingnya hangus dong? (2) Tante Heti ini gak pake price list paketan kaya MUA lain, jadi sistemnya setelah tau keperluannya apa aja baru nanti dihitungin berapa, paling dari awal ada kisarannya aja. Nah agak deg-degan kan, kalau tiba-tiba out of budget diakhir  gimana?

Tapi setelah dibicarakan dengan keluarga akhirnya kami memilih jalan dengan Tante Heti mulai dari pengajian, akad sampai resepsi. Pertimbangannya karena setelah 2 kali datang ke tempat MUA sebelumnya, kami tidak pernah sekalipun bertemu langsung dengan orangnya saking sibuknya, hanya ketemu assistennya saja, jadi menurut kami agak sulit untuk koordinasi. Untungnya setelah dibicarakan, uang bookingnya bisa dialih fungsikan untuk make up pre-wedding, Alhamdulillah. Selain itu, setelah sempat berbincang langsung dengan Tante Heti di rumah beliau, saya dan keluarga merasa cocok, beliau orangnya sangat ramah dan baik.

Kalau orang-orang sempat test make up sebelum hari H, saya entah kenapa pasrah dan percaya saja pada Tante Heti, bahkan tidak request apa-apa hehe. Alhamdulillah saya suka dengan hasilnya. Tapi yang lebih penting, sampai selesai acara, saya merasa sangat bersyukur bisa dirias oleh Tante Heti. Tante Heti selalu membuat saya merasa tenang, tidak panik, dan menasehati untuk selalu banyak berdoa, baik sepanjang persiapan acara maupun ketika hari H. 

Arfi & Nafisah Wedding
With Tante Heti Sunaryo
Baju Pengantin dan Keluarga
Sejak dulu saya punya cita-cita kalau nikah ingin pakai baju adat Sunda. Sepele sih, cuma karena pingin ngerasain pake siger hehehe. Saya pikir ya kapan lagi kan sekali seumur hidup ya pake siger (Aamin!). Awalnya pak suami agak ga sreg buat pakai baju adat karena merasa lebih keren pake jas modern. Tapi setelah hasutan keluarga dan penanaman keyakinan bahwa oke kok kalau dia pake baju adat, akhirnya pak suami mau (atau pasrah) pake baju adat.

Tidak hanya urusan make up, saya dan keluarga juga mempercayakan urusan baju pengantin dan keluarga kepada Tante Heti. Saya merasa sangat terbantu sekali dengan Tante Heti dan tim karena dibantu mengurus sampai perintilan-perintilan seperti accessories. Untuk urusan baju, Tante Heti bekerja sama dengan Teh Winni dari Kabaya Ambu. Jadi untuk pakaian pengantin, kebaya ibu, dan kebaya saudara perempuan dijahit oleh Kabaya Ambu sedangkan seluruh kain bawahan, beskap bapa, beskap saudara laki-laki, beskap keluarga dan accessories disediakan oleh Tante Heti.

Untuk akad di siang hari kami memilih warna putih untuk pengantin dan perpaduan pink dan champagne untuk keluarga inti. Menurut kami warna-warna soft cocok dipakai untuk acara siang hari. Sedangkan untuk acara resepsi dimalam hari, kami memilih warna yang lebih terang, warna gold untuk pengantin dan warna hijau untuk keluarga inti. Awalnya untuk baju resepsi saya ingin memakai warna biru navy, tapi eh tapi dengan badan saya yang cungkring waktu itu, warna navy bisa bikin saya kelihatan tambah kurus :(

Kalau sebagian besar orang berusaha menurunkan berat badan menuju hari H, saya berusaha mati-matian menaikan berat badan. Masalahnya saya tipe badan banyak makan naik cuma sekilo, sekali ga makan turun lima kilo (hiperbola). Teh Winni pun setiap fitting baju selalu memberi PR supaya menaikan berat badan. Sebagai usaha, saya makan teratur dan banyak, olahraga teratur dan sampai rutin minum susu weight gain hahaha. Ya lumayan lah naik 2-3 kilo walau menurut BMI masih termasuk underweight hehe.

Arfi & Nafisah Wedding

Arfi & Nafisah Wedding

Arfi & Nafisah Wedding

Arfi & Nafisah Wedding

Arfi & Nafisah Wedding
Mahar berisi pecahan berbagai mata uang, didekor oleh Cravenir.
Photo by: Aruma Seserahan. Angsul-angsul dari saya ke suami, didekor oleh Aruma Seserahan.
Dekor Mahar
Salah satu mahar dari suami adalah pecahan uang berbagai negara yang insya Allah ingin kami kunjungi. Supaya bisa diberikan dengan bagus, setelah mengumpulkan uangnya, kami minta tolong Mba Etsy dari Cravenir untuk mendekornya. Requestnya sebelum didekor, kami tidak ingin uangnya dilipat-lipat hehe. Hasilnya sesuai yang diinginkan, tidak terlalu besar dan sederhana.

Angsul-Angsul
Untuk angsulan dari seserahan, saya menyewa dan minta tolong didekor oleh Aruma Seserahan. Saya menemukan vendor ini setelah searching di instagram dan suka dengan hasil dekornya. Kotaknya menggunakan akrilik  dan traynya terdapat 2 pilihan warna yaitu perak atau emas, desainnya elegan dan sederhana. Daripada beli dan nantinya tidak terpakai, menurut saya lebih baik sewa saja. Nanti beberapa hari setelah acara bisa langsung dikembalikan.

Undangan
Untuk undangan, kami dikenalkan oleh teman pada Danang, seorang graphic designer. Danang akhirnya mendesainkan kami kartu undangan yang out of the box, tidak seperti kartu undangan pada umumnya. Tentunya setelah beberapa kali revisi sampai akhirnya keluar desain final hehe. Desain undangannya bisa dilihat disini. Untuk produksi, kami mencari sendiri percetakannya. Untuk menekan biaya, kami mencari percetakan yang bagus namun tetap dengan harga murah di area Pagarsih. Untuk kualitas yang sama, harganya bisa cukup jauh loh dengan tempat kartu undangan ternama.

Arfi & Nafisah Wedding

Arfi & Nafisah Wedding

MC Akad
Selama akad berlangsung, acara dibawakan oleh Bu Miming Suwandi. Dari persiapan pernikahan, (bahkan dari saya belum ada rencana menikah hehe), saya bilang Bapak saya kalau selama acara pernikahan harus dibawakan dengan Bahasa Indonesia. Bukannya gimana, walaupun saya orang Sunda tapi jujur saya gak ngerti apalagi kalau Sundanya sudah halus banget. Jadi daripada saya gak ngerti omongannya atau gak khidmat karena gak ngerti nasihatnya apa, mending bahasa Indonesia saja :)

Cincin
Kami membuat cincin di Wellman Jewelry, Jl. Gardujati daerah Kebon Jeruk. Kami membuat satu pasang cincin untuk lamaran dan nikahan karena jaraknya hanya 2 bulan saja dan untuk penghematan juga tentunya hehe. Jadi pas akad tinggal tukar cincin saja dari jari kiri ke jari kanan. Di Wellman, tersedia berbagai macam model dan variasi harga. Kami sendiri dari awal menyebutkan model yang diinginkan dan budgetnya berapa. Nanti tinggal disesuaikan dengan harga tersebut apakah menggunakan swarovski atau berlian. Kalau berlian, nanti disesuaikan range color, carat, clarity atau cuttingnya. Sebelum beli cincin, pelajari dulu kisaran harganya. Kalau beli cincin berlian, pelajari dulu secara singkat tingkat parameternya supaya harga yang kita beli sesuai dengan kualitasnya. Contohnya bisa dipelajari di sini.

Read: Throwback: Arfi & Nafisah Wedding ❤ - Part 2

Arfi & Nafisah Wedding

Arfi & Nafisah Wedding
Karena hujan, acara saweran dipindahkan dari halaman ke selasar Mesjid. Geng adik-adik  takut terlempar saweran :)

No comments