Throwback: Arfi & Nafisah Wedding ❤ - Part 2

Arfi & Nafisah Wedding

Yeay akhirnya tulisan untuk Part 2 ini selesai juga! Setelah 2 bulan lalu selesai menulis Part 1 yang menggantung karena baru membahas sebagian vendor dan acara saja hehe. Setelah selesai melangsungkan akad nikah pada pukul 14.00, pengantin dan keluarga kembali ke guest house untuk istirahat dan persiapan resepsi pada pukul 19.00. Ada beberapa alasan kenapa saya dan keluarga akhirnya memilih melangsungkan resepsi dimalam hari:

  • Banyak keluarga, kerabat, dan teman kantor orang tua dari luar kota. Selain itu, hari sabtu kantor saya yang dulu di Jakarta masuk setengah hari, kalau acaranya siang, teman saya gak ada yang datang dong sedih hehe.
  • Udara lebih sejuk dimalam hari, walaupun acaranya indoor, tapi bisa mengurangi jumlah kebutuhan AC tambahan. FYI, di Secapa AD itu memang sudah tersedia AC, tapi kalau jumlah tamu undangan cukup banyak, ACnya kurang memadai dan lebih baik nambah sendiri.
  • Dekornya bisa lebih manis dengan permainan lighting dan lampu.

Semua hal tentu ada plus minusnya yah. Kekurangan dari mengadakan resepsi malam yang sempat membuat bingung diantaranya kasian dengan sesepuh atau anak kecil takutnya kecapean, buat yang gak tau gedungnya lebih susah cari kalau malam, kalau yang naik angkutan umum lebih susah kalau malam, dan tentunya Bandung lebih macet kalau malam minggu :( Nah setelah di tulisan sebelumnya sudah membahas beberapa vendor, kali ini saya akan membahas mengenai vendor dekorasi, MC resepsi, music, katering, foto, dan wedding organizer

Wedding Decoration by Shui Decor
Bagian penerimaan tamu.
Arfi & Nafisah Wedding
Orang tua datang dan menuju ke pelaminan.
Arfi & Nafisah Wedding
Orang tua datang dan menuju ke pelaminan.
Arfi & Nafisah Wedding

Dekorasi
Vendor satu ini paling sering ditanya oleh teman-teman yang sedang menyiapkan pernikahan. Alhamdulillah saya pun pas datang acara resepsi menuju pelaminan sampai kaget sendiri karena diluar ekspektasi bagusnya. Pasalnya sebelum acara, tim WO dan dekor tidak memperbolehkan saya dan suami melihat sedikitpun kedalam gedung resepsi, katanya biar jadi surprise hehe. 

Dari awal konsep dasarnya adalah karena tidak bisa melangsungkan cita-cita pernikahan outdoor, kami ingin membawa suasana outdoor ke indoor. Dari saya dan suami pun tidak banyak meminta dan mengatur dekor. Special request saya hanya ingin ada lampu-lampu gantung dan menggunakan dominasi bunga warna putih.

Vendor dekor hanya pernah beberapa kali presentasi layout dekorasi resepsi dan beberapa konsep secara umum. Sisanya untuk detail dekor, vendor langsung berkoordinasi dibawah tim WO secara langsung. Khusus untuk area pelaminan, dekor dikerjakan oleh Tante Ine Siregar dari SHUI. Sedangkan untuk area lain dekor dilakukan oleh kolaborasi antara SHUI dan The Atmadja Decor.

Wedding Decoration by Shui Decor

Wedding Decoration by Shui Decor

Wedding Decoration by Shui Decor
Area makan pengantin dan keluarga setelah resepsi.
Wedding Decoration by Shui Decor
Area photo booth untuk tamu undangan berfoto. 
Wedding Decoration by Shui Decor

Arfi & Nafisah Wedding
Sambutan dan ucapan terima kasih langsung diberikan oleh suami.
Arfi & Nafisah Wedding

MC Resepsi
Selama acara resepsi berlangsung, acara dipandu oleh Willy Kevinda Aditya. Untuk MC ini juga sebenarnya kami mendapatkan pilihan dan rekomendasi dari WO hehe. Willy Kevinda ini sudah berkiprah sebagai MC lebih dari 20 tahun, tidak hanya sebagai MC wedding tapi juga acara-acara lain. Yang saya senang adalah Willy Kevinda bisa membawakan acara resepsi dengan professional namun tidak terlalu kaku atau formal seperti acara pernikahan tradisional pada umumnya.

Music
Selama acara persiapan pernikahan, ada beberapa vendor musik di Bandung yang menjadi pertimbangan diantaranya Gege Gumilar, Alto Music, Cikalia, Treegie, dan Wijaya. Vendor-vendor ini sudah saya lihat dibeberapa pernikahan yang saya datangi sebelumnya dan saya cocok dengan suara dan preferensi musiknya. Nah, di gedung Secapa AD sendiri terdapat satu panggung permanen yang tidak bisa dilepas. Karena layout dari dekor, kami menggunakan pangung tersebut untuk musik. Karena panggungnya cukup luas, jadi gak mungkin kalau musiknya cuma band 4 atau 5 orang gitu, karena kesannya jadi sepi krik krik. Akhirnya kami memilih Gege Gumilar Music, karena menurut kami punya tim 'mini orchestra' yang paling oke.

Konsep awal dari pemilihan lagu, keluarga dan tim WO tidak ingin lagunya 100% lagu kekinian. Pertimbangannya adalah tamu yang datang jujur saja proporsinya lebih banyak keluarga dan kerabat orang tua. Sehingga agar diharapkan tamu lebih menikmati acara, lagu yang dibawakan adalah 50% lagu masa kini dan 50% lagu 80-90an. Dari pihak pengantin sendiri, saya dan pak suami pun sudah memberikan song list request versi kami sebulan sebelum acara. Namun pada kenyataannya jujur saja selama acara berlangsung saya pribadi gak begitu 'ngeh' dengan lagu apa yang dibawakan karena dari awal sampai akhir tidak berhenti bersalaman dan berfoto dengan para tamu hahaha. Yang saya ingat  hanya lagu awal atau mapag yang mengiringi kami dari pintu masuk menuju pelaminan :))

Tapi setelah acara berlangsung, Gege Gumilar Music ini merupakan salah satu vendor yang banyak ditanyakan oleh teman, keluarga dan kerabat. Semua orang memuji bahwa musik yang mereka bawakan sangat bagus dan lagu-lagu pilihannya juga pas. Bahkan salah satu teman mengaku terngiang-ngiang suatu lagu karena dinyanyikan oleh Gege dan tim! Saya pun setuju setelah Alhamdulillah bisa menikmati musiknya dari video wedding setelah pernikahan hehe.

Gege Gumilar Music
Mini orchestra dari Gege Gumilar Music. Attire singers by Ayung Berinda.
Arfi & Nafisah Wedding

Katering
Untuk katering, dari awal pilihan kami sudah jatuh pada Minity Catering, tidak ada saingan lain hehe. Awal mulanya tentu dari seringnya nyicip katering Minity di nikahan kerabat dan gak pernah kecewa sama rasanya, mantap! Saya dan keluarga bahkan gak pake test food lagi loh sebelum nikahan karena sudah sering coba dan percaya. Dekornya pun selalu oke, mereka bisa menyesuaikan dekor secara keseluruhan dengan stall mereka. Selain itu menurut saya Minity ini bisa diandalkan, dalam satu hari mereka cuma menangani maksimal satu acara nikahan aja. Jadi gak ada tuh drama kateringnya kurang orang pas hari H gara-gara staffnya kebagi di beberapa nikahan :)

Minity Catering ini sistemnya gak nyediain paketan kayak katering lain. Mereka nanya jumlah undangan kita berapa, acaranya siang atau malam, lalu mereka akan kasih tau kira-kira untuk tamu undangan segitu butuh berapa food stall dan berapa dessert menu. Setelah itu baru kita pilih menu apa saja yang kita mau, disesuain juga sama budget kisaran kita per-pax kita berapa. Tante Henny yang punya Minity bakal ngitung dengan cermat kok soalnya dia bilang, pihak Minity sama kayak pihak keluarga, sama-sama gak mau kalau tiba-tiba kekurangan makanan padahal acara belum selesai, kan Minity bakal ikut malu katanya hehe. Waktu itu sih sampai selesai acara Alhamdulillah gak kurang, dan sisanya bisa dibawa pulang oleh keluarga.

Top menu (berdasarkan testimoni keluarga dan tamu): Kambing Guling dan Lidah Saus Keju.

Wedding Decoration by Shui Decor

Minity Catering

Minity Catering
Dessert stall dari Minity, dekornya gak kalah cantik.
Fotografi dan Videografi
Ada beberapa vendor di Bandung yang sempat menjadi pilihan untuk foto dan video, diantaranya Polar, Owlsome Project, Rana Creative Visual, Nesnumoto, Spotcorner, dan Katakita. Sebenarnya dari awal saya sudah ngeceng banget sama Owlsome Project, saya suka tone warnanya dan menurut saya setiap fotonya selalu bisa nangkep suasana dan athmospere dengan bagus. Fotonya punya lebih banyak candidnya sehingga momentnya lebih terasa. Namun setelah proses membandingkan paket dan harga dari berbagai vendor akhirnya pilihan kami jatuh pada Polar.

Polar ini menjadi sangat booming di Bandung sejak pernikahannya Fitri Tropica. Untuk fotonya sendiri sebenarnya standar, tone fotonya menurut saya gak terlalu punya ciri khas kayak vendor lain. Tapi setelah dibandingkan dengan vendor lain, Polar ini punya paket paling lengkap dan ekonomis hehe. Saya sendiri mengambil all package terdiri dari pre-wedding, pengajian, akad dan resepsi. Selain mendapatkan beberapa foto cetak dengan frame, saya mendapatkan 2 buah album pernikahan, video dan file photo raw. 

Arfi & Nafisah Wedding
Foto dengan geng jaman SMP.
Arfi & Nafisah Wedding
Dengan teman-teman JCM Proyek Anandamaya Residences yang menyempatkan datang dari Jakarta :)
Arfi & Nafisah Wedding
Dengan teman-teman Arsitektur ITB.
Ultimate Wedding Creative
Tim wedding organizer terbaik yang membantu mulai dari persiapan hingga acara selesai.
Wedding Organizer
Vendor terakhir yang akan saya bahas tapi yang paling penting adalah tim wedding organizer/WO. Karena saya dan suami tidak bekerja di Bandung, dan orang tua pun masih sibuk bekerja, bantuan dari tim WO sangat penting. Kami menggunakan jasa dari Ultimate Wedding Creative, dikenalkan oleh papah mertua karena beliau sudah sering bekerja sama dengan orang-orang ini untuk berbagai acara. Ucapan terima kasih aja gak cukup kayaknya buat tim ini. Mereka bantuin semua acara persiapan dari awal sampai akhir, mulai dari lamaran, pengajian, akad, resepsi sampai persayaratan kelengkapan nikah.

Semua orang yang ada di WO sangat helpful dan sabar untuk mempersiapkan acara. Saya ingat bahkan karena susahnya ada waktu untuk bertemu, tim WO bahkan mau aja bertemu saya dan suami jam 1.30 malam di McD Setiabudi, sesampainya kami di Bandung dari Jakarta. Bahkan jika orang tua kami butuh memastikan atau mengkoordinasi sesuatu, mereka gak segan datang ke rumah jam pulang kerja ataupun weekend.

Agar acara lebih terkoordinasi, saya, suami dan keluarga diminta tim WO untuk mengisi buku panduan persiapan pernikahan sebelum acara. Dengan begini pihak keluarga mereasa tenang bahwa acara sudah dipikirkan sampai ke detail. Data yang perlu kami isi diantaranya tentang pengisi acara, vendor, kepanitiaan pihak keluarga, detail katering, data among tamu, list foto, list tamu VIP, list kelengkapan kostum, dan song list request. Apabila ada yang belum terisi, pihak WO akan membantu mencari orang/vendornya. Nanti hasil pengisian buku panduan ini akan dibawa ke technical meeting dengan keluarga dan vendor.

Hari H kami benar-benar menikmati acaranya saja dan mempercayakan semuanya pada WO. Beban keluarga besar mengurus acara pun sangat berkurang. Buat saya dan keluarga, kinerja Ultimate Wedding Creative sebagai WO sangat luar biasa dan profesional.


Pembelajaran (sok berat) dan tips saya selama mempersiapkan pernikahan:
  • Dalam mempersiapkan pernikahan, dibutuhkan komunikasi yang baik dengan pasangan dan keluarga. Kalau ada yang mengganjal segera dibicarakan agar mencari jalan keluarnya.
  • Walau kata orang-orang pernikahan itu harinya bride and groom, semua harus sesuai impian dan mau kita, tapi ini juga acara milik keluarga terutama orang tua. Makanya diperlukan tolerasi dan pengertian kalau ada hal yang perlu dikompromikan. 
  • Dari awal saya ingat pesan teman saya yng sudah duluan nikah kalau ga ada acara pernikahan yang 100% perfect berjalan sempurna, 70% aja udah bagus. Jadi jangan panik atau merubah mood kalau tiba-tiba ada yang kurang di hari H.
  • Perkirakan jumlah undangan dengan matang, apakah terlalu banyak atau tidak. Pengalaman saya, kami sudah berusaha menyesuaikan jumlah undangan dengan luas tempat venue dan katering. Namun lupa kalau dengan durasi acara resepsi. Satu hal yang saya ingat membuat was-was dari atas pelaminan adalah melihat antrian undangan. Dengan durasi resepsi kami dari pukul 19.00-22.00, saya dan suami sama sekali tidak duduk sedetikpun di kursi pelaminan karena tamu undangan yang terus berdatangan hingga pukul 22.30 (melebihi jam). Bahkan kami sampai harus menghilangkan pelemparan hand bouquet dari rangkaian acara. Tapi yang disyukuri adalah Alhamdulillah berarti pada menyempatkan datang :)


Arfi & Nafisah Wedding Logo
Logo pernikahan kami yang didesain oleh Danang. Digunakan juga di kartu undangan.

    No comments