[IIP] NHW #6 - Belajar Menjadi Manajer Keluarga Handal

Institut Ibu Profesional

Gak kerasa ya program matrikulasi ini udah setengah jalan, minggu ke 6 dari 9 minggu :) Materi minggu ke 6 ini adalah belajar menjadi manajer keluarga handal. Pekerjaan manajemen rumah tangga harusnya 'selesai' terlebih dahulu, baik bagi ibu yang bekerja diranah domestik maupun publik. Tapi seringkali, kita sering merasa sibuk atau gak punya cukup waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kita, apalagi punya waktu untuk mengembangkan diri. Ketika diskusi di kelas kemarin, saya jadi tersepet, jangan-jangan selama ini bukan sibuk atau gak punya cukup waktu, tapi waktunya habis sama kegiatan yang gak penting dan gak mendesak.  Dengan kata lain, manajemen waktu kita yang belum bener, padahal sebagai seorang manajer, kompetensi manajemen waktu penting banget ya kan.

Dari materi minggu ke 6, ada beberapa hal yang bisa kita praktekan untuk menghadapi tangangan peran kita sebagai manajer rumah tangga. 

  1. Put first things first. Yang utama itu menjadi yang pertama. Rencanakan kegiatan sesuai skala prioritas.
  2. One bite at a time. Lakukan setahap demi setahap. Lakukan sekarang, jangan procrastinating trus tiba-tiba jadi numpuk :)
  3. Delegating. Gak berarti semua pekerjaan rumah tangga harus dilakukan sendiri. Boleh kok kalau merasa perlu bantuan, delegasikan tugas yang bisa didelegasikan, misalnya ke asisten rumah tangga. Tapi kan sebagai manajer gak lepas tangan gitu aja ya, tetep harus dipandu dan kita yang atur. 



Ada tahapan-tahapan yang perlu kami telusuri di NHW #6, sekalian refleksi kondisi diri saat ini:

3 aktivitas yang paling penting dan 3 aktivitas yang paling tidak penting

Aktivitas yang penting:
  • Kegiatan beribadah
  • Melakukan pekerjaan domestik
  • Membekali diri dengan ilmu seputar kelahiran dan parenting

Aktivitas yang tidak penting:
  • Berkeliaran di social media
  • Main games
  • Nonton drama dan film

Selama ini waktu habis untuk kegiatan yang mana?
Wah malu ketahuan, kayakanya kalau dihitung-hitung waktu saya saya sekarang lebih banyak habis dengan 3 aktivitas tidak penting :( Beneran deh apalagi kalau udah nonton drama korea, bye bye world, gak bisa gitu dipotong pengennya lanjut lanjut lanjut. Kalau pegang hp niatnya mau cek yang penting, trus buka sosmed bentar, eh keluyuran trus tau-tau udah sejam gak kerasa. Makasih loh ngerjain NHW ini jadi berasa diingatkan.

Jadikan 3 aktivitas penting menjadi aktivitas dinamis sehari-hari untuk memperbanyak jam terbang peran hidup anda, tengok NHW sebelumnya agar selaras.
Aktivitas dinamis seharusnya diisi dengan kegiatan penting yang dapat memperbanyak jam terbang. Kalau nengok NHW #2 dan NHW #4 aktivitas penting selain rutinitas pekerjaan domestik yang harusnya saya lakukan adalah beribadah, membekali diri dengan ilmu seputar kelahiran dan parenting (milestone saat ini), dan kegiatan produktif (seperti olahraga, blogging).

Kumpulkan aktivitas rutin menjadi satu waktu, berikan “kandang waktu”, dan patuhi cut off time
Aktivitas rutin yang harusnya dilakukan dalam urusan domestik antara lain menyiapkan makan, beres-beres, cuci piring, cuci baju, dan menyetrika. Kandang waktu untuk kegiatan saya kumpulkan di jam 05.30 - 09.00. 

Membuat jadwal harian

  • 05.00 - 05.30     Ibadah
  • 05.30 - 09.00     Aktivitas rutin
  • 09.00 - 09.30     Ibadah
  • 09.30 - 12.00     Aktivitas dinamis (olahraga dan blogging)
  • 12.00 - 12.30     Ibadah
  • 12.30 - 15.00     Aktivitas dinamis (menambah jam terbang)
  • 15.00 - 15.30     Ibadah 
  • 15.30 - 16.30     Me time!
  • 16.30 - 18.00     Siapin makan
  • 18.00 - 21.30     Ibadah, makan malam, family time
  • 21.30 - 22.00     Melanjutkan aktivitas rutin yang tertunda (biasanya cuci piring)
  • 22.00 - 05.00     Tidur

Jadi, sesuai yang saya tulis di NHW #4, saya bekomitmen untuk memasukan waktu selama 2 jam untuk menambah jam terbang saya terkait ilmu rumah tangga. Selain aktivitas rutin dan dinamis, saya tetap memasukan jadwal me time! Hehe. Buat saya penting sih tetep punya waktu bersantai biar fresh (alasan). Jadwal ini saya buat dengan kondisi sekarang ya, belum ada anak dan tidak bekerja di ranah publik. Soon (aamiin) tentu akan berubah disesuaikan dengan kondisi.

Bismillah, semoga bisa memperbaiki diri jadi lebih baik ya dan supaya kerja di rumah gak asal kerja tapi karena panggilan hati. Kalau udah panggilan hati, mengerjakannya akan semangat, gak dianggap beban, gak jenuh, dan gak ngeluh hehe. Satu lagi, apapun perencanaannya yang penting berusaha konsisten. Let's see selama satu minggu, kalau terlaksana dengan baik lanjutkan, kalau belum, perlu direvisi atau jangan-jangan belum maksimal usahanya hayoo? :)

Nafisah Nur Azizah
Matrikulasi IIP Batch #6 Bandung 3

No comments